Kongres Remaja 2009

Hasil kongres Remaja di Karya Kasih Remaja

Tahun 2009

I. Orangtua yang ideal dimata remaja. (Pendamping : Pt Drs Paten Kaban)

Menurut remaja orangtua yang ideal itu adalah :

1. Sosok yang mampu menjadi acuan untuk dapat ditiru dan dihormati anaknya.

2. Mampu membimbing anak agar dapat menerima nilai-nilai dan sikap-sikap positif yang dicurahkan oleh orangtuanya.

3. Mampu memberi aspirasi, motivasi, opini, nasehat, dukungan moral maupun materil sehingga dapat ditafsir dan diobservasi oleh anaknya.

4. Dapat memberi ruang dan waktu untuk anaknya dalam suka dan duka sehingga anaknya tidak terisolaso dan tertekan sebagai makhluk sosial.

5. Sikap-sikap positif seperti sikap yang tegas, bijaksana, sopan, bertanggung jawab, idealis, kreatif dan religius.

6. Mengerti bahwa Kasih sayang orangtua kepada remaja tidak sama dengan kasih sayang orangtua kepada anak-anak.

7. Orangtua tidak boleh terlalu memanjakan anaknya, karena anak manja lebih mudah masuk ke pergaulan bebas.

8. Orangtua harus menjadi sahabat dan tempat curahan hati anaknya.

9. Memberi kebebasan untuk anak dalam memilih masa depan.

10. Tidak terlalu mengekang/memaksa kehendak kepada anak.

11. Orangtua harus menghormati anaknya bukan hanya anak yang menghormati orangtuanya.

12. Bisa mengerti keperluan anak di masa remaja.

13. Mampu mempertanggung jawabkan perkataannya.

14. Tidak terlalu mengkhawatirkan anaknya, tapi menyerahkan kepada Tuhan.

Ibadah yang ideal (Pendamping : Pdt Liza S Br Tarigan STh)

Ibadah yang ideal dimata remaja :

15. Penyampai firman tidak terlalu tegang, kaku dan menoton. Ada humor dalam cerita, tidak berpatokan pada Alkitab tapi dikaitkan juga dengan kehidupan sehari-hari, tapi tidak menyimpang dari tema. Khotbah jangan terlalu lama (maksimal ½ jam). Pancingan khotbah sebaiknya melalui pertanyaan-pertanyaan dan adakan diskusi dalam khotbah. Khotbah jangan terlalu banyak menyindir remaja.

16. Bernyanyi diiringi oleh musik yang dimainkan oleh remaja.

17. Ada buku nyanyian remaja serta kunci dan not-notnya

18. Bernyanyi menggunakan gerakan diperbanyak

19. Guru mengupayakan ada kebaktian kreatif, ada bernyanyi dan ada permainan.

20. Remaja menginginkan ada ibadah (pertemuan) di luar hari minggu, Misalnya PA, dan lain-lain.

21. Ibadah sebaiknya onetime

22. Bahasa yang dipakai guru disesuaikan dengan situasi remaja.

23. Sebaiknya guru yang mengajar bergantian dan sebaiknya ikut Pt/Dk dan pendeta. Guru sebaiknya tidak pilih kasih dan sabar.

24. Pada saat ibadah sebaiknya handphone dinon aktifkan

25. Guru seharusnya memberi teladan dalam berpakaian

26. Ada dilakukan retreat 2 setahun

27. Tata cara yang diinginkan remaja :

Persikapen.

1. Bernyanyi :

2. Doa Pembukaan

3. Bernyanyi

B. Kebaktian

1. Votum + salam

2. Introitus.

3. Bernyanyi

4. Responsoria

5. Bernyanyi

6. Doa untuk Firman

7. Khotbah

8. Doa penutup khotbah

9. Pengakuan Iman Rasuli

10. Persembahan

11. Doa persembahan

12. Kreatifitas

13. Doa syafaat

14. Bernyanyi Pengutusan

15. Pertoton Tuhan

16. Berkat

C. Ramah Tamah.

1. Diskusi

2. Dan lain-lain

Life style remaja (Pendamping : Desra Gurusinga, Haslinda Br Sinulingga)

Gaya hidup remaja pada zaman sekarang. Kebanyakan style remaja mengikuti arus globalisasi. Life style remaja sekarang sudah serba mewah dan instant.

Mengikuti style hidup remaja ada yang bersifat positif dan negatif. Jadi pilihan ini membuat para remaja untuk bisa/bersikap selektif dan dewasa dalam pergaulannya.

Banyak akibat life style remaja, khususnya yang negatif. Gaya hidup remaja yang negatif : Narkoba, merokok video porno, dan lain-lain. Gaya hidup remaja yang negatif ini membuat mental para remaja menjadi rusak dan membuat masa depan remaja menjadi kelam. Belum lagi banyak penyakit yang diakibatkan olehnya. Selain sisi negatifnya, kita juga bisa mengambil sisi positifnya. Kita bisa saja mengikuti gaya hidup dari luar, tapi kita juga harus bisa mengambil sisi positifnya. Kita bisa menjadi trensetter dalam pergaulan kita.

Untuk menanggulangi agar kita tidak terjerumus dalam life style yang negati dengan tidak mencobanya sama sekali. Dengan demikian kita tidak menjadi ketagihan.

Solusi terbaik agar kita tidak melakukan hal yang negatif itu yaitu kita harus terus mengingat pengorbanan Tuhan Yesus untuk menebus dosa manusia. Kita harus bisa menjaga tubuh pemberian Tuhan ini karena tubuh kita ini bukan milik manusia, tapi milik Tuhan.

Apa salah seseorang mengikuti kemajuan zaman? Tidak! Tapi kita tidak boleh melupakan budaya kita, kita juga boleh mengikuti budaya negara luar untuk memperkaya budaya kita.

Dalam kita berpakaian misalnya untuk cewek, kalau kita memakai baju yang agak terbuka (istilahnya kurang bahan), pasti akan mengundang dosa, seperti pemerkosaan. Kita harusnya bisa memakai pakaian ala kadarnya, tapi juga tidak ketinggalan zaman. Para remaja cewek harus bisa menjaga penampilannya agar tidak mengundang dosa.

Untuk mengantisipasi akibat buruk pada kemajuan style remaja, kita harus lebih mendekatkan diri kepada Tuhan seperti membaca Alkitab atau mengadakan renungan.

Kemajuan teknologi seperti HP harus dapat kita pakaikan sesuai dengan fungsinya sebagai alat komunikasi bukan untuk melakukan hal lain yang memang bukan fungsi HP seperti menonton video porno. Menonton video porno juga mengundang dosa.

Mengenai merokok menurut pendapat remaja merokok itu tidak baik karena Tuhan sudah membuktikan nafas kehidupan. Jadi kita harus bisa menjaga kekudusan tubuh kita yang merupakan persembahan yang kudus untuk Tuhan.

Menurut beberapa cewek seorang remaja cowok yang sudah merokok berarti seorang cowok yang gentleman anggapan ini tidak baik. Banyak remaja yang merokok karena melihat orang-orang disekitarnya juga merokok seperti pertua/diakennya. Tapi kita harus bisa menjaga diri kira dan menahan diri kita untuk tidak mengikuti zaman ke arah negatifnya. Remaja sekarang memang tidak mau dikekang karena menurut kebanyakan remaja masa remaja harus diisi dengan masa-masa indah. Tapi kita juga harus bisa mengisinya dengan hal-hal positif yang memang bermanfaat untuk kita.

Tidak semua anak punk itu jatuh ke dalam dosa. Banyak juga diantara mereka yang mengubah penampilan mereka hanya untuk menyalurkan ide kreatif mereka.

Sex bebas dibagi dua.

Making love = untuk 2 orang yang saling mencintai

Have fun sex = hanya untuk senang-senang atau mencari uang.

Hal diatas tikak pantas kita lakukan sebagai remaja karena remaja umur yang belum mencukupi. Bagaimana caranya kita untuk bisa mengendalikannya? Hanya dengan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan.

II. Pendidikan dimata remaja (Pendamping Nelly Br Sembiring)

1. Dalam proses pendidikan disekolah itu siswa tidak hanya D3ctt yaitu :

Datang, duduk, diam, catat dan hafal. Tetapi siswa juga ikut berperan aktif dalam proses pendidikan.

2. Siswa menginginkan dalam proses pendidikan itu harus :

Melakukan banyak praktek bukan hanya dengan teori saja

Keinginan ekskul (jam di laur sekolah) harus mempunyai fasilitas yang lengkap agar dapat mendukung kegiatan pendidikan.

Adanya sebuah permainan yang dilakukan guru dan kuis setiap minggunya agar siswa lebih semangat lagi dalam mengikuti pelajaran

Sambil belajar, guru juga bisa menceritakan pengalaman hidupnya agar dapat dijadikan teladan bagi siswanya

Kreatifitas seorang guru sehingga murid tidak bosan dalam mengikuti pelajaran.

3. Pendidikan yang diinginkan remaja yang sesungguhnya. Bila mengajar guru jangan mengcopy paste pelajaran yang ada di buku itu dan guru harus dapat membuat lelucon agar siswa dapat semangat lagi dalam mengikuti pelajaran.

4. Agar dapat menambah semangat belajar, kita juga dapat merenovasi ruangan kelas kita dengan cara membuat cat kelas itu tidah hanya dengan satu warna tapi berbagai-bagai warna agar kelihatan lebih cerah lagi. Adakan musik di dalam kelas pada pergantian jam pelajaran agar tercipta motivasi pada setiap siswa, kelas itu supaya nyaman harus rapi, indah dan ada jendelanya agar udara dapat masuk ke dalam kelas. Menempelkan kata-kata hiasan atau mutiara agar kita lebih semangat untuk belajar.

5. Pendidikan juga tidak hanya di sekolah saja tetapi juga dapat dilingkungan tempat tinggal dan pergaulan kita juga.

Contoh pendidikan ditempat tinggal kita :

orangtua harus ikut berperan dalam mengajari anak-anaknya

orangtua harus memotivasi anaknya dengan cara memberikan hadiah jika anaknya mendapat juara

orangtua harus menekankan kedisplinan waktu terhadap anak-anaknya.

6. Contoh di dalam pergaulan.

Mengadakan kerja kelompok antara teman-teman pergaulan.

Mengajak teman pergaulan kita untuk mengikuti bimbingan

Adanya pengendalian diri dari kita untuk menjauhi hal yang buruk didalam pergaulan tersebut.

7. Kami menentukan harapan-harapan kami sebagai pelajar untuk mendukung pendidikan. Pasilitas yang lengkap seperti :

a. Pembangunan yang kokoh

b. Alat praktek yang lengkap baik olah raga maupun tegnologi dan pelajaran

c. Kesamarataan dalam pendidikan

d. Perpustakaan

8. Ketidaksetujuan kami pada pemerintah yang selalu mengganti kurikulum setiap pergantian materi pendidikan karena menurut kami siswa susah untuk beradaptasi. Jika selalu berganti dan waktu mempelajarinya terlalu singkat sehingga hasilnya tidak tercapai secara maksimal.

9. Jangan ada perbedaan antara sekolah negeri dan sekolah swasta.

10. Guru yang berkualitas dan yang anti dibidangnya kita sebagai pelajar pasti menginginkan agar kita dapat mempelajari pelajaran dengan maksimal.

11. Pemerintah mengontrol pengucuran dana pendidikan secara merata kesetiap daerah.

12. Jam belajar sekolah disesuaikan dengan kemampuan muridnya.

13. Adanya kumonikasi orang baik antara guru dan murid sehingga pendidikan dapat diperoleh.

14. Tetapi sesungguhnya bagaimanapun keadaan belajar mengajar itu kita lakukan tapi kita tidak mempunyai kesadaran dari diri kita sendiri pasti kita tidak akan berhasil sampai kapanpun. Maka dari itu, sebagai remaja karya kasih yang ingin beprestasi tumbuhkanlah kesadaran itu dari diri kita sendiri mulai dari sekarang juga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: