SAAT TEDUH JULI 2009

1 Juli 2009 I Tim. 4:12

Keteladanan

Lingkungan sangat berpengaruh pada pembentukan pribadi seseorang misalnya dilingkungan sekolah. Lingkungan sekolah merupakan tempat untuk mendapatkan pendidikan dan pengetahuan. Dilingkungan sekolah haruslah kita menjadi teladan bagi orang lain. Daftarkanlah contoh keteladanan yang sudah/selalu dilakukan pada tabel berikut :

No.

Anggota tubuh

Contoh keteladanan yang selalu dilakukan

1.

Mulut

1. Berkata jujur

2.

3.

2.

Tangan dan kaki

1. Mendamaikan teman yang berkelahi

2.

3.

3.

Hati

1. Pemaaf

2.

3.

4.

Kuping

1. Menepati janji

2.

3.

Doa : Ya Tuhan, ajari dan kuatkanlah aku, supaya hidupku dapat menjadi teladan dilingkunganku……amin.

===================================================================================

2 Juli 2009 Matius 6:13

MENGHADAPI PENCOBAAN

Banyak ajakan dan pikiran yang mendorong kita untuk melakukan yang jahat. Jika hubungan kita dengan Tuhan baik, kita akan mampu mengendalikan diri terhadap hal-hal yang jahat tersebut.

Deni, seorang bintang kelas yang rajin dan pintar. Di suatu hari, ketika ulangan harian, Deni tidak mampu mengerjakan 3 soal dari 10 soal yang diberikan gurunya. Tiba-tiba dia melihat beberapa orang temannya sedang menyontek! Ada yang membuat contekan dalam bentuk kertas kecil, ada yang menulis di meja, ditangan dan dilaci meja. Hati Deni berperang! Semua teman disekelilingnya menyontek sehingga nilai mereka akan tinggi, sementara aku? Apa yang harus kulakukan? Melaporkan pada guru? Aku akan kehilangan teman-teman. Jika kubiarkan, aku akan gagal bersaing nilai dengan mereka. Deni mendengar bisikan : “Jikalau temanmu bisa menyontek, mengapa kamu tidak? Sekali-kali tidak akan ketahuan, cobalah!” Deni tertekun dengan bisikan itu! Tidak!!! Aku tidak akan pernah menyontek seperti mereka. Aku akan lebih giat belajar untuk hari-hari yang akan datang. Deni mengumpulkan kertas jawabannya dan keluar. Deni bersyukur karena mampu mengendalikan diri terhadap pencobaan dikelas. Deni mengingat sebagian kata-kata dalam doa “Bapa kami” ……….”Janganlah membawa kami ke dalam pencobaan tetapi lepaskanlah kami dari yang jahat”.

Doa : Kubersyukur ya Tuhan, atas hari yang telah kulalui dibawah perlindunganMu. Biarlah kasihMU tetap membimbingku supaya hidupku sesuai dengan kehendakMu….amin.

=============================================================

3 Juli 2009 Amsal 17:22a; Filipi 4:4

RESEP AWET MUDA

Aku sangat terkejut ketika berjumpa dengan kepala sekolah SMP N I, pada rapat persiapan reuni itu. Ketika aku SMP dulu, bapak kepala sekolah inilah wali kelasku. Sudah 20 tahun waktu berlalu dan kami tidak berjumpa. Dia tetap sehat segar dan awet muda. Penampilannya tetap perlente dan sifat humornya pun tidak berubah. Kami memberi julukan kepada bapak itu “bapak electrolux” yang artinya bapa yang tidak pernah berubah walaupun dimakan usia.

Semua teman sekelas ingin tahu resep awet mudanya. Ternyata resepnya sangat sederhana yaitu :

1. Resep utama : “Bersukacita dan bersyukur dalam segala hal”

2. Resep tambahan :

berolah raga secara teratur

atur pola makan yang sederhana tetapi sehat

minum air putih yang banyak

tidak merokok

sekarang ini banyak manusia mengorbankan kesehatannya dan bekerja keras tanpa kenal waktu untuk memenuhi keinginan-keinginanya. Mereka lupa bahwa “kesehatan adalah harta yang paling berharga”. Aku sangat setuju dengan resep utama awet muda bapak kepala sekolah tersebut; “Bersukacita dan bersyukur dalam segala hal” yang dapat digabung dari 2 nats hari ini. “Hati gembira adalah obat” (Amsal 17:22a dan “Bersukacita senantiasa di dalam Tuhan” (Filipi 4:4)

Doa : Ya Yesus, ajarlah aku untuk bersukacita dan bersyukur dalam segala situasi yang kualami………amin.

====================================================

4 Juli 2009 Mazmur 126:5-6

HARI INI DITENTUKAN HARI KEMARIN

Ada sebuah pepatah yang akrab ditelinga kita yaitu : “berakit-rakit kehulu, berenang-renang ketepian: bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”.

Pepatah ini merupakan nasehat/ajaran agar kita mau mempersiapkan diri untuk mengejar target yang kita harapkan.

Pemazmur mengungkapkan pepatah ini dalam bahasa lainnya “Orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak sorai, orang yang maju berjalan dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak sorai sambil membawa berkas-berkasnya”.

Jika saat ini kita sudah bersukacita karena jerih payah yang kita lakukan, bersiaplah menderita hari ini untuk mengejar target kesuksesan yang akan datang. Janganlah kita mengikuti jejak orang lain yang mau sukses secara “instant”. Kesuksesan yang “instant tidak bisa dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, sikap kita hari ini dapat kita perbaharui untuk mengejar kesuksesan lainnya, sehingga sukacita demi sukacita yang kita dapatkan yang tepat pada waktunya adalah karena campur tangan Tuhan dan perjuangan kita “Ora et Labora”

Doa : Terima kasih ya Tuhan, karena Engkau mengajari kami bagaimana untuk sukses. Tolong kami untuk siap menderita dalam mengejar kesuksesan yang kami inginkan, amin.

====================================================

5 Juli 2009 Amsal 15:22

PROSES BELAJAR

Ketika murid-murid kelas x belajar persamaan reaksi dalam pelajaran kimia, Wilma menjadi frustrasi. Biasanya ia belajar dengan mudah dan pekerjaan rumhanya selalu bagus, tetapi sekali ini sudah berulang kali dicobanya, tetap saja ia gagal. Akhirnya Wilma menyerah. Ia memandang teman-temannya. Ia malu karena tidak mampu menyelesaikan tugas itu. Tiba-tiba ia membanting penanya, menutup mukanya dan mulai menangis. “Aku gagal mengerjakannya” katanya berisak-isak. Bu Guru Sindy berdiri disampingnya, dan memberinya tissue. “Wilma, ketika kamu putus asa dan menyerah, itu merupakan tanda bahwa kamu hampir berhasil. Kegagalan adalah proses belajar. Jangan menyerah! Silahkan coba lagi! Wilma memandang ibu Sindy. Bu Sindy membimbingnya dengan memberikan tahab-tahap penyelesaian. Wilma mengulanginya secara teliti. Akhirnya Wilma berhasil dan menyadari nasehat bu Sindy. Kegagalan adalah proses belajar untuk mengejar keberhasilan. Pengalaman Wilma mengingatkan kita perlunya berjuang agar kita dapat mengerti tentang pelajaran yang diberikan Allah! Setiap orang yang mampu mengerti akan maju selangkah daripada orang lain yang menyerah!

Doa : Aku bersykur padaMu ya Tuhan, karena Engkau tidak pernah menyerah mengajarku. Terima kasih untuk kegagalan yang kudapatkan supaya aku bergantung kepadaMu sebagai penasehatku. Amin.

==================================================

6 Juli 2009 Markus 7:10

BERTOBATLAH

Sudah 3 hari Rani mengomel mengumpat. Dia merasa marah dan dongkol pada orangtuanya karena uang kiriman dari kampung sudah terlambat 1 bulan. Akhirnya Rani mendapat ide untuk meminjam uang ibu kostnya. Belum sempat Rani mengutarakan maksudnya, tiba-tiba datang Yanti teman sekolahnya. “Maaf bu………saya terlambat” kata Yanti tersenyum dengan menunduk hormat. “Oh…..tidak apa. Kainnya sudah saya rendamkan duluan” jawab ibu kost. Yanti mohon diri. Sebentar kemudian terdengar senandung Yanti sambil mencuci. Rani jadi malu dengan dirinya sendiri. Yanti adalah anak keluarga yang lebih mapan dari kondisi ekonomi orangtuanya tetapi Yanti tidak malu bekerja sebagai tenaga “tukang cuci” untuk menambahi uang yang diperlukannya. Yanti menunjukkan usahanya untuk membantu orangtuanya. “Rani, ada yang dapat saya bantu?” kata ibu kost menyadarkan “Oh….tidak bu! Saya ingat janji dengan teman. Maaf, bu…. Saya permisi! Ditempat kostnya, Rani merenungkan sikapnya yang mendongkol terhadap orangtuanya, hanya karena terlambat uang kiriman, sementara orangtuanya hidup pas-pasan. Ah……….betapa berdosanya aku kepada orangtuaku, keluhnya menarik nafas panjang. Rani mengambil sikap berdoa. Sebentar kemudian, mulutnya berkomat-kamit melafalkan doanya dan air matanya mengalir dengan deras.

Doa : Terima kasih ya Tuhan, pengalaman orang lain telah menyadarkan aku untuk mengasihi orangtuaku……….amin

==============================================

7 Juli 2009 Amsal 10:4

KECIL BERARTI

Ditempat tinggalku, persekutuan remaja berkumpul setiap hari Sabtu dengan judul “Sabtu Ceria”. Pada acara ini, selain ibadah, remaja diajari membuat kreatifitas/ prakarya/kerajinan. Aku tidak peduli dengan acara itu. Bagiku, kebaktian Minggu dan PA sudah cukup. Aku lebih suka menonton TV dari pada ke acara “Sabtu ceria”. Beberapa bulan kemudian menjelang HUT RI, diadakan perlombaan PORSENI dan pameran kreatifitas antara kelas. Beberapa temanku yang rajin ke acara “sabtu ceria” ikut ambil bagian pada pameran itu. Model-model kreatifitasnya sederhana, murah dan cantik bahkan sebagian dari bahan-bahan sampah.

Di hari terakhir pameran, banyak orangtua siswa yang berkunjung. Mereka kagum melihat kreatifitas-kreatifitas yang ada. Temanku ada yang sibuk melayani pembeli, dan ada juga yang sibuk mengajari cara membuat kreatifitas yang mereka sukai. Menjelang sore hari, semua kreatifitas habis terjual. Dan ada pesanan pengunjung dalam jumlah banyak yang digunakan sebagai souvenir pada HUT perkawinan. Semua teman-temanku tersenyum dan membagikan hasil perjualan. Kejadian di depan mataku ini menyadarkan aku bahwa aku terlalu bodoh dan malas selama ini. Dengan hasil karyanya, teman-temanku mendapatkan pemasukan sementara aku hanya menjadi penonton, malas dan tidak mempunyai penghasilan, aku berjanji pada diriku sendiri untuk mengikuti jejak mereka.

Doa : Ya Tuhan, beri aku hati bijaksana supaya aku dapat berkarya di dalam hidupku………..amin.

===================================================

8 Juli 2009 Mazmur 90:12

MANAGEMEN WAKTU

Orang Amerika mengatakan “time is money” yang artinya “waktu adalah uang”. Pepatah ini bukan berarti semua waktu harus digunakan untuk bekerja supaya menghasilkan uang. Bukan!! “time is money” lebih menyadarkan kita untuk menggunakan waktu yang ada untuk berbuat sesuatu yang berguna karena waktu yang datang akan berlalu dan tidak pernah kembali. Artinya kesempatan pada waktu yang sama tidak ada dua kali.

Sehari terdiri dari 24 jam. Bagaimanakah pembagian waktu kita selama ini? Atau mungkin waktu berlalu begitu saja dengan rutinitas dan kebosanan? Atau sangat berhargakah waktu yang berlalu itu? Ingatkah hari-hari yang sudah kita jalani, dan lihatlah hari yang sedang kita lalui dan pandanglah hari yang akan datang sebelum terlambat, rancanglah penggunaan waktu yang efektif dan efesien secara bijaksana agar semua yang akan dijalani menjadi lebih berarti! Jangan tunggu hari esok! Kerjakanlah apa yang bisa engkau kerjakan hari ini untuk mendatangkan kebaikan bagi dirimu sendiri dan bagi orang lain.

Buatlah rancangan penggunaan waktumu selama 24 jam dan gantung di pintu kamar atau dimeja belajar.

Doa : Kubersyukur ya Bapa, atas kasihMu yang mengingatkan aku untuk menggunakan waktu/kesempatan yang ada untuk berbuat baik………amin.

===================================================

9 Juli 2009 Efesus 5:33, Filipi 2:2-3

MENGALAH UNTUK MENANG

Sudah hampir 2 bulan, saya selalu mendengarkan “curhat” seorang teman tentang situasi rumah tangganya yang krisis dan akan bercerai!”Saya sudah tidak tahan” keluhnya terisak. Berusahalah untuk perbaikinya, kasihan anakmu, kataku membelai punggungnya. Setelah saya membaca buku “sosiologi dan rumah tangga”, saya mengerti alasan teman saya yang mau bercerai. Suaminya banyak menuntut sementara hanya dia yang bekerja.

Dihari ulang tahun suaminya, saya membantunya membeli kemeja dan kartu sebagai hadiah. Di dalam kartu itu, dituliskannya beberapa ayat Alkitab dari Efesus 5:33 dan Filipi 2:2-3. Sebelum dilipatnya kartu itu, dituliskannya kalimat terakhir “Aku yang mengasihimu”. Kulihat ia menyeka air matanya yang berair. Kubelai rambutnya “Jadilah istri yang rendah hati. Semua masalahmu dapat diselesaikan dengan kasih. Engkau akan jadi pemenang! Engkau pasti meraih kembali keharmonisan keluargamu yang pernah hilang!” Dia tersenyum ketika kusuruh mengucapkan “ikrar perkawinan” yang dulu diucapkannya di gereja.

Doa : Bapa yang baik, ampuni aku yang selalu melihat kekurangan orang lain dikeluargaku. Beri aku petunjuk untuk membina keluargaku tetap harmonis dan menyenangkan hati…….Mu……amin”

=============================================

10 Juli 2009 Efesus 6:4

JADILAH CERMIN

Setiap malam, kami selalu mengajari anak kami cara berdoa mau tidur, bangun tidur, dan menemaninya tidur. Ketika hari sudah pagi, walaupun kami masih tidur, anak kami yang sudah bangun akan bernyanyi lagu rohani yang disenanginya, kemudian membangunkan kami dan berdoa bersama.

Suatu hari, diusianya menjelang 3 tahun, kami berkunjung ke tempat orangtuaku. Sepanjang hari, dia bermain dengan kakek dan neneknya. Menjelang tidur, anak kami meminta kakeknya bercerita. Setelah itu, dia minta diri untuk tidur bersama kami. Anak kami mengucapkan doanya sendiri. Dia memohon kepada Tuhan supaya kakek – neneknya, ibu bapanya dan dirinya tetap sehat diberkati Tuhan.

Selesai berdoa, dia membalikkan badannya, matanya mulai redup dan terpejam. Ada senyum dibibirnya. Sambil menyelimutinya ku cium keningnya.

“Tetaplah memberi pengajaran yang baik bagi cucuku, supaya perkembangan rohaninya seimbang dengan perkembangan jasmaninya. Aku senang mendengar kata-kata doanya. Semua itu pasti karena pengajaran” kata orangtuaku.

Aku mengangguk setuju terhadap ajaran orangtua. Orangtuaku juga telah memberiku contoh/keteladanan/ ajaran yang berguna bagiku sehingga aku juga mau memberikan keteladanan itu kepada anakku.

Doa : Bapa di sorga, terima kasih karena Engkau selalu memberi kekuatan kepada setiap orang tua untuk membimbing dan mengajari anak-anaknya sesuai kehendakMu……..amin.

=======================================================

11 Juli 2009 Amsal 29:17

ISTIMEWA TETAPI TIDAK MANJA

Anak memang anugerah yang istimewa bagi setiap keluarga. Karena itu setiap anak seharusnya sadar bahwa diri kita adalah wujud berkat Allah bagi orangtua kita. Yang menjadi pertanyaan : Apakah benar, kita menjadi berkat dari Allah bagi orangtua kita? Atau jangan-jangan kita menjadi seorang “perampok” sukacita bagi orangtua kita.

Dalam hal ini remaja sebaiknya mengintrospeksi diri, janganlah kiranya keistimewaan kita dikeluarga menjadikan kita anak yang manja, tidak mandiri, ingin disayang, diperhatikan, dan lain-lain. Tapi baiklah setiap remaja memberi dirinya untuk berguna bagi orangtuanya dan keluarganya. Supaya kita tidak menjadi remaja yang manja. Kita harus mau menerima didikan orangtua.

Dengan menanamkan prinsip di atas, orangtua menunjukkan tanggung jawabnya dalam mendidik sehingga kita tetap merasa istimewa tanpa harus manja.

Doa : Aku bersyukur ya Bapa, atas orangtuaku yang banyak mendidik aku untuk mengenal kasihMu……amin.

====================================================================

12 Juli 2009 Keluaran 20:12

MY LOVE PARENTS

No.

Krieria orangtua ideal menurut remaja

1

2.

3.

4.

5.

Sebagai tempat curhat

Mampu memenuhi kebutuhan remaja

No.

Kondisi orangtua

Alasan

1.

2.

3.

4.

5.

Sibuk mencari nafkah

Memenuhi kebutuhan sehari-hari

Bandingkan kedua tabel di atas! Bagaimanakah sebaiknya sikap kita kepada orangtua? Bersyukurlah bila orangtua kita memenuhi kriteria ideal yang kita harapkan. Bila kondisi orangtua kita jauh dari kriteria yang kita harapkan, berarti kita harus berbenah diri dan berbuat sesuatu terhadap mereka. Banyak remaja kecewa hanya karena orangtuanya tidak seperti yang diharapkannya. Mereka berontak terhadap orangtua. “Hormatilah ayahmu dan ibumu” artinya kita mampu menerima dan mengasihi orangtua dengan apa adanya. Berdoalah bagi orangtua supaya kita diberi umur yang panjang!

Doa : Aku bersyukur atas orangtuaku yang baik. Ajar aku untuk tetap mengasihi mereka setiap waktu……..amin.

============================================================

13 Juli 2009 Amsal 15:20

MENGHITUNG NILAI PERBUATAN

Hitunglah nilai perbuatan anda kepada orangtua setiap hari: perbuatan baik/bijak nilainya 5, perbuatan jahat/bebal nilainnya 4

Nilai baik lebih tinggi karena berbuat yang baik membutuhkan pengorbanan. Jumlah perbuatan bida tidak sama!

No.

Perbuatan baik

Nilai

No

Perbuatan jahat

Nilai

1.

Mencuci pakaian

5

1.

Berbohong minta uang buku

4

2.

3.

4.

5.

6.

Jumlah

Jumlah

Bila nilai perbuatan baik lebih besar dari nilai perbuatan jahat berarti anda anak baik dan perlu ditingkatkan setiap hari, karena perbuatan baik sangat membanggakan orangtua.

Jika nilai perbuatan jahat lebih besar dari nilai perbuatan baik berarti kita perlu koreksi diri dan adakan pembaharuan kearah yang lebih baik supaya predikat kita jangan anak jahat/bebal.

Doa : Tuhan Yesus, tolong aku supaya mampu menjadi anak baik setiap hari sehingga orangtuaku dapat bersukacita dan namaMu terpuji……………amin.

===============================================================

14 Juli 2009 Lukas 10:38-42

AKU DAN SAUDARAKU

Bandingkanlah sikap Marta dan Maria dari perikop :

Marta Maria

Sibuk melayani duduk dekat kaki Tuhan

Cemburu dengan sikap Maria mendengarkan perkataan Tuhan

Minta dibela Yesus tidak peduli terhadap Marta

1. Jika remaja sebagai Marta, apa yang kamu katakan kepada Maria dan Tuhan Yesus?

2. Jika remaja sebagai Maria, bagaimana caramu menghadapi Marta?

3. Bagaimanakah cara kita menerima/mengasihi saudara dalam kekurangan dan kelebihannya? Mampukah kita selalu mengalah terhadap saudara kita.

Doa : Trima kasih Yesus, beri kami bijaksana supaya aku mampu mengasihi saudaraku seperti diri kami sendiri………..amin.

==============================================

15 Juli 2009 Mazmur 128

KELUARGA YANG SEJAHTERA

Sebagian besar manusia mengukur kesejahteraan dari sisi kecukupan dan kelimpahan materi. Bagi mereka, setiap orang yang mempunyai banyak harta dan mampu membiayai kebutuhan keluarga sudah termasuk keluarga yang sejahtera. Lalu, bagaimana dengan keluarga yang pas-pasan? Apakah mereka yang hidup sederhana (pas-pasan) tidak berhak mendapat predikat “keluarga sejahtera?” Kesejahteraan mencakup 2 hal yakni sejahtera jasmani dan sejahtera rohani. Artinya bagaimana kita mencukupkan yang ada pada kita dan bersyukur atas segala sesuatunya.

Pemazmur menyebutkan syarat supaya keluarga sejahtera yaitu : Takut akan Tuhan yang artinya patuh dan hormat kepada Tuhan dan menjalankan perintah-perintahNya melalui sikap hidup sehari-hari”. Dengan menanamkan prinsip “takut akan Tuhan” akan tumbuh buah-buah kesejahteraan.

Sikap “takut akan Tuhan” akan berdampak pada setiap remaja untuk hidup saling mengasihi sehingga tercapailah perasaan sejahtera walaupun tingkat ekonomi sederhana (pas-pasan).

Doa : Ampuni aku ya Tuhan, jika selama ini aku tidak pernah bersyukur atas berkat-berkatMu yang kuterima. Ajarlah aku untuk hidup rendah hati dengan sikap “takut akan Engkau sebagai Tuhanku….amin.

=================================================

16 Juli 2009 I Petrus 5:8

BERJAGA-JAGA

Seorang wanita tua tinggal di sebuah gubuk tua dekat sebuah kolam kecil. Setiap hari wanita itu pergi ke kolam untuk mengambil air. Di dalam kolam tersebut tinggal seekor aligator (sejenis buaya). Karena aligator itu tidak mengganggu maka si nenek membiarkan aligator tersebut tinggal disitu bertahun-tahun. Suatu hari ketika si nenek mengambil air dari dalam kolam, aligator tersebut muncul ke permukaan dan menyambar tangan si nenek dengan rahangnya yang kuat. Nenek mencoba melepaskan tangannya dari mulut aligator, tetapi aligator menyentakkan tangannya sampe putus. Dengan tangan terputus dan kesakitan yang luar biasa si nenek meminta pertolongan medis setempat.

Keesokan harinya penjaga taman membunuh aligator tersebut. Ia mengatakan bahwa aligator adalah binatang yang paling berbahaya justru pada saat binatang itu tidak takut lagi kepada manusia. Demikian juga dengan diri anda, jika remaja membiarkan iblis itu hidup di dalam hati anda maka suatu satu ia pasti membunuh anda.

Doa : Tuhan………..berilah kekuatan kepadaku untuk melawan iblis, amin.

=====================================

17 Juli 2009 Roma 5:3-4

BERJUANGLAH TERUS!

Jonas Salk adalah ilmuwan besar dan penemu vaksin polio. Dia adalah seorang yang tidak pernah merasa gagal. Seorang dokter bertanya kepadanya “Bagaimana hasil luar biasa yang anda capai yang bisa menghapuskan kata polio dari dunia kedokteran menyebabkan anda memandang 200 kegagagalan anda sebelumnya?!! Tanggapan Jonas adalah : saya tidak pernah membuat 200 kegagalan dalam hidup saya. Keluarga saya juga tidak pernah menganggabnya sebagai suatu kegagalan. Saya menyebutnya pengalaman dan sesuatu pasti bisa dipelajari dari pengalaman itu. Saya hanya membuat 201 penemuan. Saya tidak akan berhasil menemukan vaksin polio tanpa 200 pengalaman sebelumnya.

Hal ini menjadi pelajaran bagi semua remaja, mungkin kita pernah gagal atau bahkan lebih sering gagal. Tapi ingatlah pengalaman Jonas Salk.

Benar……..kegagalan bukanlah suatu titik akhir, tapi itu adalah pengalaman untuk mencapai keberhasilan. Berjuanglah terus!!!

Doa : Tuhan…….temanilah saya untuk tetap berjuang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: