PAUD TERINTEGRASI SEKOLAH MINGGU

PAUD TERINTEGRASI SEKOLAH MINGGU

1. Latar Belakang

a. Anak-anak adalah Anugrah Allah, yang memiliki hak hidup yang harus dihormati sebagai manusia. Masa depan mereka masih terbuka.

b. Anak-anak merupakan gambaran Allah (Kej. 1:26-27).

c. Pendidikan anak-anak harus dimulai sejak dini.

d. Perlu pembiasaan untuk mengalami dan menghayati nilai-nilai iman kristiani, sejak dalam keluarga melalui suasana yang menggembirakan, iklim persaudaraan dan cinta kasih. Orangtua bertanggung jawab untuk mengajar berdoa dan menuntun agar mereka mampu menyadari panggilan mereka sebagai citra Allah melalui kesaksian hidup yang sesuai dengan Injil.

e. Pembinaan iman anak merupakan tugas utama gereja.

2. Pengertian PAUD.

Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun, yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

3. Pentingnya PAUD : enam tahun pertama adalah masa pembentukan kepribadian.

a. Menurut Erik Erikson usia dini merupakan masa pembentukan dasar-dasar kepribadian seseorang.

b. Kepribadian yang terbentuk pada masa usia dini akan menjadi karakter yang sulit diubah hingga masa dewasa.

c. Pembentukan kepribadian membutuhkan waktu yang lama melalui pembiasaan-pembiasaan serta proses imitasi dari lingkungannya.

d. Benyamin S. Bloom mengatakan : tentang (UU No.20 Tahun 2003 tentang sisdiknas) “Golden Age”.

50% kemampuan belajar seseorang ditentukan pada 4 tahun pertamanya (usia 0-4 tahun)

30% berkembang pada 4 tahun berikutnya (usia 4-8 tahun) (Hal-hal yang dipelajari seseorang sepanjang hidupnya dibangun di atas dasar ini ( 0 – 8 tahun).

20% sisanya berkembang pada 10 tahun berikutnya (8-18 tahun).

e. Media yang paling efektif adalah memberi kepercayaan, menyemangati dan modeling atau keteladanan.

4. Peranan PAUD : Memberikan lingkungan yang kaya akan rangsangan indera yang dirancang secara sadar dan terencana, yang dilakukan oleh orang dewasa (orangtua/pendidikan) agar seluruh potensi anak dapat berkembang secara optimal.

5. Hal-hal yang perlu diperhatikan.

a. PAUD bukan untuk mendinikan sekolah dengan mengajarkan hal-hal yang belum saatnya.

b. Pelaksanaan PAUD harus sesuai dengan tahap perkembangan dan potensi masing-masing anak.

c. PAUD dilaksanakan melalui bermain, hingga tidak merampas dunia anak.

d. PAUD bertujuan untuk melejitkan semua potensi anak (motorik, bahasa, kognitif, emosional dan sosial) dengan mengedepankan kebebasan memilih, merangsang kreatifitas dan penumbuhan karakter.

6. Prinsip-prinsip PAUD.

a. Proses pembelajaran berfokus pada anak.

b. Materei bahan ajaran berorentasi pada kebutuhan anak.

c. Kegiatan belajar dilakukan melalui bermain.

d. Merangsang munculnya kreatifitas dan kemandirian.

e. Menyediakan lingkungan yang mendukung proses belajar.

f. Mengembangkan kecakapan hidup.

g. Mengoptimalkan berbagai sumber dan media belajar dari lingkungan sekitar.

h. Dilaksanakan secara bertahap, berulang, konsiten dan tuntas.

i. Rangsangan pendidikan bersifat menyeluruh, mencakup semua aspek perkembangan/ kecerdasan.

j. Peran utama pendidikan sebagai fasilitator, motivator dan evaluator.

7. a. Jenis-jenis PAUD

I. PAUD Pemerintah.

II. PAUD terintegrasi agama:

PAUD Islam disebut TAAM.

PAUD terintegrasi Sekolah Minggu disebut PAUD-PAK (PAUD = pendidikan anak kristen).

PAUD Katolik disebut PAUD – BIA (PAUD = Bina Iman Anak).

b. Jalur penyelenggaraan PAUD merupakan strategi terpadu yang saling melengkapi :

Jalur pendidikan formal * Taman kanak-kanak (TK)

* Raudhatul Athafal (RA

* dll.

PAUD Jalur pendidikan non Fomal * Kelompok bermain (KB)

* Taman penitipan anak (TPA)

* dll.

Jalur pendidikan informal * Pendidikan keluarga

* Pendidikan lingkungan

· TPA – berfungsi sebagai layanan intensif, karena dilakukan setiap hari antara 8 – 10 jam.

· KB – berfungsi sebagai layanan semi intensif, karena dilaksanakan 3 – 6 hari seminggu, tiap hari antara 2 – 3 jam.

· SPS – merupakan layanan minimal, karena hanya dilakukan 1-2 hari/minggu, tiap hari 2 – 3 jam.

8. Hal-hal yang perlu dipersiapkan.

a. Identifikasi calon pelayan anak :

anggota jemaat yang terpanggil dan terbeban dalam pelayanan anak.

Mengasihi dan memahami anak.

Mengikuti proses pelatihan dan pembekalan yang dilakukan oleh institusi terkait.

Mampu mengelola program pelayanan anak yang berorentasi pada pemenuhan kebutuhan anak secara holistik.

Mampu mengembangkan metode pembelajaran yang kreatif.

b. Sarana dan prasarana.

Ruangan/tempat belajar.

Papan tulis (white/black board) dan alat tulis.

Papan planel.

Alat peraga.

Alat Permainan Edukatif (APE)

Alkitab.

Buku-buku Alkitab dan nyanyian.

Gambar-gambar untuk mendukung cerita

Kartu Menuju Sehat (KMS)

Deteksi Dini Tumbuh Kembang (DDTK)

Sarana administrasi yang minimal (absensi/ data anak, buku aktivitas anak)

Dll.

ADMINITRASI PAUD BERBASIS LEMBAGA AGAMA

Manfaat Adminitrasi

Adminitrasi diperlukan untuk menunjang kelancaran penyelenggaraan PAUD

Adminitrasi yang perlu disiapkan antara lain :

· Buku induk Anak

· Buku Data Pengelola dan guru/Pendidik

· Daftar hadir Pengelola dan Guru/Pendidik.

· Buku rencana kegiatan

· Daftar Hadir anak per Kelompok

· Buku catatan perkembangan anak

· Buku/kartu Penerimaan Iuran Anak

· Buku Inventaris

· Buku kas

· Buku tamu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: