kriteria lomba seni dan olahraga KAKR GBKP tahun 2011

31 Oktober 2011

I.   Ketentuan Umum

1.    Peserta merupakan KAKR GBKP

2.    Peserta merupakan utusan dan berada di wilayah Klasis yang mengutus

3.    Peserta mendapat rekomendasi dari yang mengutus (contoh formulir isian disediakan panitia)

4.    Setiap peserta dan Klasis  wajib mematuhi aturan yang ditetapkan Panitia.

5.    Kategori-kategori Kelas KAKR

Kategori Batita : 0 – 3 Tahun

Kategori Balita: 4 – 5 Tahun

Kategori Anak Kecil: 6 – 9 Tahun

Kategori Anak Tanggung : 10 – 12  Tahun

Kategori Pra-Remaja : 13 – 15 Tahun

Kategori Remaja : 16 – 17 (belum ngawan)

6.    Keputusan Juri/Wasit mutlak tidak bisa diganggu gugat

7.    Peserta diharapkan hadir 15 menit sebelum pertandingan dimulai

8.    Peserta/tim yang tidak hadir 5 menit setelah waktu yang ditentukan untuk lomba, dinyatakan gugur atau WO

9.    Setiap klasis menyediakan manager tim untuk seluruh pertandingan

10.  Manager Tim wajib mengikuti Teknical Meeting

11.  Panitia hanya menerima banding atau protes dari manager tim

12.  Protes atau banding hanya bisa dilakukan 2 x untuk kasus yang sama

13.  Pendafaran untuk semua jenis lomba dibuka tanggal 11 – 13 November 2011 dari pukul 14.00 – 17.00 wib di sekretariat Panitia Kantor Klasis Medan Delitua. Contact Person Pdt. Bethesda Br Ginting HP. 081362239386.

15.  Technical Meeting tanggal 29 Oktober 2011, Kantor Klasis  Sibolangit

 

 

II.    Ketentuan Khusus

  1. Perlombaan Seni
  1. Paduan Suara

Kriteria :

-          Peserta terdiri dari Anak Tanggung, Pra Remaja dan  Remaja

-          Peserta berjumlah  30 – 70  Orang  (di setiap kelas minimal ada 5 orang anak)

-             Judul lagu “Jika Jiwaku Berdoa”

-          Nada dasar bebas (ditentukan peserta)

-          Dirigent termasuk peserta

-          Kriteria Penilaian meliputi :

a. Artistik : interpretasi, ekspresi, warna suara;

b. Teknik : intonasi, irama, diksi, balance;

c. Penampilan secara keseluruhan

 

  1. Vocal Solo Putra dan Putri

Kriteria :

-           Peserta adalah anak kecil (1 Putra dan 1 Putri usia 06 tahun sampai 09 tahun)

-           Peserta menyanyikan Lagu yang disediakan panitia dan bebas dalam aransir lagu dan musik

-           Nada dasar bebas (ditentukan peserta)

-           Penilaian dilakukan secara langsung oleh Dewan Juri, meliputi :

a. Artistik : interpretasi, ekspresi, warna suara;

b. Teknik : intonasi, irama, diksi, balance;

c. Penampilan secara keseluruhan.

d. Lagu : Ketika Yesus Lahir (Nikita)

-           Pemusik disediakan oleh klasis, jika tidak ada Panitia sudah menyiapkan pemusik

 

3.  Perkolong-kolong Rohani (Sepasang Pra/remaja)

Kriteria :

- Peserta adalah sepasang anak Pra remaja atau anak Remaja (usia 13 tahun sampai belum sidi)

- Peserta menyanyikan Lagu yang disediakan panitia

- Penilaian dilakukan secara langsung oleh Dewan Juri, meliputi :

- Penampilan secara keseluruhan.

- Keserasian Pasangan

- Pakaian peserta selayaknya perkolong-kolong

- Menyanyikan Lagu “GBKP SIMALEM” dan “MEJUAH-JUAH”

- Pemusik disediakan oleh klasis, jika tidak ada Panitia sudah menyiapkan pemusik

 

4.  Fashion show Pakaian Kegereja

Kriteria :

-          Peserta adalah sepasang anak tanggung usia 10 tahun sampai 12 tahun

-          Penilaian dilakukan secara langsung oleh Dewan juri, meliputi:

1.      Keserasian Busana

2.      Keserasian Pasangan

3.      Penguasaan Panggung

 

5.  Tari Kreasi

Kriteria :

-          Peserta adalah anak balita terdiri dari 5 pasang anak

-          Penilaian dilakukan secara langsung oleh Dewan juri, meliputi:

1.      Wirasa,

2.      Wirupa

3.       Wiraga

-          Penguasaan Panggung

-          Peserta bebas mengkreasikan tarian dengan  alat peraga

-          Menarikan Lagu “JINGLE BELLS”

 

6.  Lomba Bernyanyi

Kriteria :

-            Peserta adalah anak PAUD, minimal 5 Orang

-            Peserta menyanyikan Lagu yang disediakan panitia

-            Penilaian dilakukan secara langsung oleh Dewan Juri, meliputi :

a. Artistik : interpretasi, ekspresi, warna suara;

b. Teknik : intonasi, irama, diksi, balance;

c. Penampilan secara keseluruhan.

d. Menyanyikan lagu “AKU SENANG JADI ANAK TUHAN”

 

 

A. Perlombaan Olah raga

1.      Futsal

Kriteria :

-         Peserta adalah usia Pra-Remaja usia 13 tahun sampai 15 tahun

-         Peserta adalah 5 orang  tim inti (sudah termasuk penjaga gawang) dan 2 Orang  peserta cadangan

-         Durasi pertandingan 2 x 10 Menit

-         Pemain akan dikeluarkan jika : bermain sangat kasar, melakukan tindakan kasar, meludah pada lawan atau orang lain, menghalangi peserta mencetak gol dengan sengaja/tidak sesuai denga peraturan FIFA, mendapatkan kartu kuning kedua didalam pertandingan yang sama.

-         Ketentuan  belum yang jelas dapat  dibicarakan sewaktu technical meeting.

 

2.      Tarik Tambang Untuk Anak

Tambang Putra (usia 10 tahun sampai 12 tahun) dan Tambang  Putri (usia 10 tahun sampai 12 tahun)

Kriteria :

-          Peserta adalah dua tim yang terdiri dari satu tim putra dan satu tim putri

-          Peserta terdiri dari 9 orang per tim

 

3.      Volly Untuk Putra dan Putri pra-remaja dan remaja

Kriteria :

-          Peserta adalah anak usia Pra atau Remaja (usia 13 tahun sampai belum sidi)

-          Peserta terdiri dari dua Tim: satu tim Putra dan satu tim Putri

-          Peserta terdiri dari 6 orang tim inti dan 3 cadangan

-          Tim menyediakan 1 lesmen

 

4.      Gerak Jalan Untuk (11 Orang)

Kriteria :

-          Peserta adalah Anak Tanggung, Pra Remaja  dan Remaja

-          Jumlah peserta 11 orang setiap klasis

-          Menggunakan seragam Olahraga (traning) dan sepatu

 

5.      Hula Hop  untuk  Anak Kecil (10 Orang)

Kriteria :

-          Peserta adalah anak kecil

-          Peserta tiap tim adalah 10 orang (5 Laki-laki dan 5 Perempuan)

-          Peserta membawa 1 hulahop

-          Peserta yang dinyatakan juara adalah peserta yang tercepat

 

 

 

 

pandu piara yang lulus seleksi tahun 2010

25 Maret 2010

Daftar nama Pandu PIARA Yang lulus seleksi

No. Nama Klasis No. Peserta
1. Andre Everard Sembiring Lau Baleng 001
2. Ayu Lestari br Sinulingga Lau Baleng 003
3. Valemita br Ginting Sinabun 010
4. Yuli Merie Yanta br Perangin-angin Kabanjahe Tigapanah 012
5. Eko Aprilando S Berastagi 016
6. Sri Ita br Sebayang Berastagi 017
7. Selvia br Sinuhaji Berastagi 018
8. Jeferly Ginting Berastagi 019
9. Rany Ita br Pandia Berastagi 020
10. Megawati br Surbakti Berastagi 021
11. Ahanta Putra Berastagi 022
12. Heni Theresia br Ginting Sinabun 024
13. Ayunita br Perangin-angin Sinabun 026
14. Theo Sam J Medan Delitua 027
15. Hendika Erguna Sembiring Medan Delitua 028
16. Petri Yolanda br Ginting Medan Delitua 029
17. Nella Risa Ginting Medan Delitua 030
18. Febiyola Dianita Ginting Medan Delitua 031
19. Grace Margaretha Kaban Medan Delitua 033
20. Tiwi Tarigan Medan Delitua 034
21. Endha Ancilla Sembiring Medan Delitua 035
22. Elissa PD Saragih Medan Delitua 036
23. Ristina br Sembiring Medan Delitua 037
24. Devi Angel Lina br Ginting Medan Delitua 038
25. Andika Vera br Girsang Berastagi 041
26. Sifi Ardeno Sembiring Kabanjahe 042
27. Hans Granvilla Ginting Kabanjahe 043
28. Febby Dessy Andrina br Surbakti Kabanjahe 044
29. Elvata Itania br Surbakti Kabanjahe 045
30. Ina Febrina br Tarigan Kabanjahe 046
31. Maya Juniati br Ginting Kabanjahe 047
32. Lisanti Des br Milala Kabanjahe 048
33. Ruth Asbella br Surbakti Kabanjahe 049
34. Nika Lova br Surbakti Kabanjahe 050
35. Yoland Lygina br Sitepu Kabanjahe 051
36. Melyta br Sembiring Dairi 053
37. Febrianto Sembiring Pembanguna M. Delitua 057
38. Yulia Suraninta Sembiring Pembangunan M.Delitua 058
39. Erika Dwi Yanti br Barus Pembangunan M.Delitua 060
40. Cynthia Donarta Tarigan Pembangunan M.Delitua 062
41. Abrall Christoph S.S Pembangunan M.Delitua 063
42. Marhenny br Tarigan Tigabinanga 066
43. Clara Giovanny br Sembiring Tigabinanga 067
44. Meilyn Fransisca br Ginting Binjai Langkat 068
45. Fenny Winati br Ginting Binjai Langkat 069
46. Ade Vindha Mebrina br Sembiring Binjai langkat 070
47. Ari Wisajana Barus Kabanjahe Tigapanah 072
48. Yosendrick Purba Kabanjahe Tigapanah 073
49. Lani Maesi Pancurbatu Pokok Mangga 074
50. Carrlos Sinukaban Pancurbatu Pokok Mangga 077
51. Jhon Angel Barus Pancubatu Pokok Mangga 078
52. Risda Octavia Barus Pancurbatu Pokok Mangga 079
53. Veronika Yovita Sembiring Pancurbatu Pokok Mangga 082
54. Grissa Meininda Ketaren Pancubatu Pokok Mangga 083
55. Maya Monica Sm Pancubatu Pokok Mangga 084
56. Mentari br Gurusinga Pancubatu Pokok Mangga 085
57. Vera Monita Pancurbatu Pokok Mangga 086
58. Martha Dian br Sitepu Pancubatu Pokok Mangga 087
59. Maya Sari  br Ginting Sibolangit 088
60. Catrinadia Christie Sibalangit 089
61. Imma Beta br Tarigan Sibolangit 090
62. Indri Three Putri Sibolangit 091
63. Ifindo Tarigan Sibolangit 092
64. Violanica br Ginting Sibolangit 096
65. Win Sindra Dewi Sibolangit 097
66. Joy Efta Sembiring Sibolangit 098
67. Isbet Helentina br Tarigan Sibolangit 099
68. Ferly Ogrip Sembiring Sibolangit 100
69. Yopi Suranta Sitepu Lubuk Pakam 102
70 Ananda Sri Devi Ginting Lubuk Pakam 103
71. Eltha Angela Ginting Lubuk Pakam 104
72. Eka Christian Bema Tarigan Lubuk Pakam 105
73. Ari Aprianto Sembiring Lubuk Pakam 106
74 Normalina br Sembiring Lubuk Pakam 109
75. Enike Juwita Lubuk Pakam 110
76. Pristiani br Sembiring Lubuk Pakam 111
77. Friska Alvonita Lubuk Pakam 112
78. Rehulina br Barus Lubuk Pakam 113
79. Elfredi Syahputra Sembiring Lubuk Pakam 114
80. Yemuel Haganta Kaban Medan Kuta Jurung 115
81. Fredi Perangin-angin Medan Kuta Jurung 118
82. Regina Ginting Pematang Siantar 124
83. Yulietta Kembaren Pematang Siantar 126
84. Derry Kembaren Pematang Siantar 127
85 Riko Ginting Pematang Siantar 128
86. Randal Ginting Pematang Siantar 129
87. Wira Sembiring Pematang Siantar 133
88. Vijai Sembiring Pematang Siantar 134
89. Yosua Sitepu Pematang Siantar 136
90. Rismian br Sitepu Pematang Siantar 137
91. Yolanda br Sitepu Pematang Siantar 139
92. Ogie Trinanda Karo-karo Medan Kampung Lalang 140
93. Adlensia br Sebayang Medan Kampung Lalang 141
94 Getta R.P Medan Kampung Lalang 145
95. Alfita Tiara br Sembiring Kuala Langkat 152
96. Roy Ferdinan Panggabean Kuala Langkat 154
97. Hengky Listra Sembiring Kuala Langkat 157
98. Eka Budaya Ginting Kuala Langkat 158
99. Arjuna Liasta Ginting Kuala Langkat 159
100. Timotius Imanta Munthe Medan Kuta Jurung 160
101. Melany Tambunan Kuala Langkat 164

Cara Tuhan Menolong Kita

1 Februari 2010

“Cara TUHAN menjaga kita”

Ini ditulis oleh seorang dokter dari Rumah Sakit Metro Denver USA :

Saya dalam perjalanan pulang ke rumah dari sebuah pertemuan sore ini sekitar pukul 5, terjebak dalam kemacetan di jalan di Colorado Boulevard, dan tiba-tiba mobil saya mulai tersendat-sendat dan akhirnya mati – dengan susah payah saya bisa mendekati sebuah pompa bensin, lega karena saya tidak menghalangi jalan dan mencari tempat hangat untuk menunggu mobil derek. Tapi tidak ada yang mau berhenti. Sebelum saya mulai menilpon, saya melihat seorang wanita berjalan keluar dari sebuah minimart, dan ia terpeleset di jalan es dan jatuh didekat pompa bensin, saya bergegas ke ibu ini untuk melihat apakah ia baik-baik saja.
Ketika saya tiba disana, terlihat bahwa ia sedang tersedu-sedu lebih karena sedih bukannya karena jatuh; ia adalah seorang gadis muda yang kelihatan begitu awut-awutan dengan lingkaran hitam disekitar matanya. Ia menjatuhkan sesuatu ketika saya membantu ia bangun, dan saya ambil untuk diberikan ke dia. Ternyata uang logam satu nikel.

Saat itu, saya jadi menyimpulkan: wanita menangis, Suburban tua yang dipenuhi dengan barang-barang dan 3 anak dibelakang (1 di tempat duduk depan) , dan meteran pompa menunjukkan $4.95.

Saya bertanya apakah semuanya baik-baik saja dan apakah ia membutuhkan bantuan, dan ia lalu berkata ‘Saya tidak ingin anak saya melihat saya menangis!, jadi kita berdiri menjauh dari mobilnya kebalik pompa. Ia bercerita bahwa ia lagi menuju keCalifornia dan situasinya sangat sulit buat dia saat ini. Saya bertanya, ‘Apakah anda berdoa?’ Ia mundur sedikit, tapi saya yakinkan bahwa saya bukan orang gila dan berkata, ‘IA mendengar kamu, dan IA mengirim saya.’

Saya mengambil kartu kredit saya dan menggesek di card reader dari pompa tersebut sehingga mobil wanita itu bisa terisi penuh, sementara bensin nya diisi, saya berjalan ke McDonald disebelah dan membeli 2 kantung besar makanan, beberapa voucher untuk dipakai nanti, dan segelas besar kopi. Ia memberikan makanan itu kepada anaknya, yang langsung menyambar seperti serigala kelaparan, dan kita berdiri disebelah pompa sambil memakan kentang dan berbicara sedikit.

Ia memberitahu namanya, menceritakan bahwa ia tinggal di kota Kansas. Teman laki-lakinya meninggalkan nya 2 bulan yang lalu sehingga ia tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Ia juga tahu bahwa ia tidak akan bisa membayar sewa rumah bulan Januari nanti. Dan dalam keadan putus asa ia menilpon orang tuanya yang tidak pernah dihubunginya selama 5 tahun. Mereka tinggal di California dan akhirnya setuju untuk dia tinggal dengan mereka sampai ia bisa mencari uang disana.

Jadi ia mengemas semua barangnya kedalam mobil milik satu-satunya. Ia memberitahu anak-anaknya bahwa mereka akan ke California untuk merayakan natal, tetapi tidak memberitahu bahwa mereka akan tinggal disana.
Saya berikan sarung tangan saya, memberikan pelukan kecil dan membacakan sebuah doa cepat bersama dia agar ia selamat dalam perjalanannya. Ketika saya berjalan menuju mobil saya, ia bertanya, ‘Apakah, anda malaikat atau apa?’

Ini yang membuat saya terharu. Saya berkata, ‘Ibu, saat ini malaikat sangat sibuk, sehingga kadang-kadang TUHAN memakai orang biasa.’

Adalah sangat mengharukan untuk menjadi bagian dari keajaiban seseorang. Dan ternyata, anda sudah bisa menebak, ketika saya menuju ke mobil, mobilnya bisa langsung distarter dan pulang kerumah tanpa masalah. Saya akan kebengkel besok untuk memeriksakan, tapi saya kira teknisi tidak akan mendapatkan sesuatu yang salah.

Kadang-kadang Malaikat terbang sangat dekat dengan anda sehingga anda bisa mendengar getaran sayapnya…

Mazmur 55:23 ‘ Serahkanlah kuatirmu kepada Tuhan, maka IA akan memelihara engkau. Tidak akan selama-lamanya dibiarkan Nya orang benar itu goyah.’

Cerita Natal – Tidak Ada yang Mustahil ( Kasih itu Nyata) I

Los Felidas adalah nama sebuah jalan di salah satu ibu kota negara di Amerika Selatan, yang terletak di kawasan terkumuh diseluruh kota . Ada sebuah kisah Natal yang menyebabkan jalan itu begitu dikenang orang.

Cerita ini dimulai dari kisah seorang pengemis wanita yang juga ibu seorang gadis kecil. Tidak seorangpun yang tahu nama aslinya, tapi beberapa orang tahu sedikit masa lalunya, yaitu bahwa IA bukan penduduk asli kota itu, melainkan dibawa oleh suaminya dari kampung halamannya. Seperti kebanyakan kota besar di dunia ini, kehidupan masyarakat kota terlalu berat untuk mereka, Tidak sampai setahun di kota itu, mereka sudah kehabisan seluruh uangnya.

Hingga suatu pagi mereka menyadari akan tinggal dimana malam nanti dengan tidak sepeserpun uang Ada dikantong. Padahal mereka sedang menggendong seorang bayi berumur satu tahun. Dalam keadaan panik Dan putus ASA, mereka berjalan dari satu jalan ke jalan lainnya Dan tiba di sebuah jalan sepi dimana puing-puing dari sebuah toko seperti memberi mereka sedikit tempat untuk berteduh.

Saat itu angin Desember bertiup kencang, membawa titik-titik air yang dingin. Ketika mereka beristirahat dibawah atap toko itu, sang suami berkata: “Saya harus meninggalkan kalian sekarang untuk mendapatkan pekerjaan apapun, kalau tidak malam nanti Kita akan tidur disini.” Setelah mencium bayinya IA pergi. Dan itu adalah kata2nya yang terakhir karena setelah itu IA tidak pernah kembali. Tak seorangpun yang tahu dengan pasti kemana pria itu pergi, tapi beberapa orang seperti melihatnya menumpang kapal yang menuju ke Afrika.

Selama beberapa Hari berikutnya sang ibu yang malang terus menunggu kedatangan suaminya, Dan bila malam menjelang ibu Dan anaknya tidur diemperan toko itu. Pada Hari ketiga, ketika mereka sudah kehabisan susu, orang-orang yang lewat mulai memberi mereka uang kecil, Dan jadilah mereka pengemis disana selama 6 bulan berikutnya.

Pada suatu Hari, tergerak oleh semangat untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, ibu itu bangkit Dan memutuskan untuk bekerja. Persoalan nya adalah di mana IA harus menitipkan anaknya, yang kini sudah hampir 2 tahun, Dan tampak amat cantik. Keliahatan nya tidak Ada jalan lain kecuali meninggalkan anak itu disitu Dan berharap agar nasib tidak memperburuk keadaan mereka.

Suatu pagi IA berpesan pada anaknya, agar IA tidak pergi kemana-mana, tidak ikut siapapun yang mengajaknya pergi atau yang menawarkan gula-gula. Pendek kata, gadis kecil itu tidak boleh berhubungan dengan siapapun selama ibunya tidak ditempat. “Dalam beberapa Hari mama akan mendapatkan cukup uang untuk menyewa kamar kecil yang berpintu, Dan Kita tidak lagi tidur dengan angin dirambut Kita”.

Gadis itu mematuhi pesan ibunya dengan penuh kesungguhan. Maka sang ibu mengatur kotak kardus dimana mereka tinggal selama 7 bulan agar tampak kosong, Dan membaringkan anaknya dengan hati-hati di dalamnya, di sebelahnya IA meletakkan sepotong roti, kemudian, dengan Mata basah ibu itu menuju kepabrik sepatu, dimana IA bekerja sebagai pemotong kulit. Begitulah kehidupan mereka selama beberapa Hari, hingga dikantong sang Ibu. Kini terdapat cukup uang untuk menyewa sebuah kamar berpintu di daerah kumuh tsb.

Dengan suka cita sang Ibu menuju ke penginapan orang-orang miskin itu, membayar uang muka sewa kamarnya. Tapi siang itu juga sepasang suami istri pengemis yang moralnya amat rendah menculik gadis cilik itu dengan paksa, dan membawanya sejauh 300 kilometer ke pusat kota . Di situ mereka mendandani gadis cilik itu dengan baju baru, membedaki wajahnya, menyisir rambutnya Dan membawanya kesebuah rumah mewah dipusat kota.

Disitu gadis cilik itu dijual. Pembelinya adalah pasangan suami istri dokter yang kaya, yang tidak pernah bisa punya anak sendiri walaupun mereka telah menikah selama 18 tahun. Suami istri dokter tsb memberi nama anak gadis itu Serrafona, mereka memanjakannya dengan amat sangat. Di tengah-tengah kemewahan istana gadis kecil itu tumbuh dewasa. Ia belajar kebiasaan-kebiasaan orang terpelajar seperti merangkai bunga, menulis puisi Dan bermain piano. Ia bergabung dengan kalangan-kalangan kelas atas, Dan mengendarai Mercedes Benz kemanapun IA pergi. Satu hal yang baru terjadi menyusul hal lainnya, Dan bumi terus berputar tanpa kenal istirahat.

Pada umurnya yang ke-24, Serrafona dikenal sebagai anak gadis Gubernur yang amat jelita, yang pandai bermain piano, yang aktif digereja, Dan yang sedang menyelesaikan gelar dokternya. Ia adalah figur gadis yang menjadi impian. Setiap pemuda, tapi cintanya direbut oleh seorang dokter muda yang welas asih, yang bernama Geraldo.

Setahun setelah perkawinan mereka, ayahnya wafat, Dan Serrafona beserta suaminya mewarisi beberapa perusahaan Dan sebuah real-estate sebesar 14 hektar yang diisi dengan taman bunga Dan istana yang paling megah di kota Itu.

Menjelang Hari ulang tahunnya yang ke-27, sesuatu terjadi yang merubah kehidupan wanita itu. Pagi itu Serrafona sedang membersihkan kamar mendiang Ayahnya yang sudah tidak pernah dipakai lagi, Dan di laci meja kerja ayahnya, IA menemukan selembar foto seorang anak bayi yang digendong sepasang suami istri. Selimut yang dipakai untuk menggendong bayi itu lusuh, Dan bayi itu sendiri tampak tidak terurus, karena walaupun wajahnya dilapisi bedak tetapi rambutnya tetap kusam. Sesuatu ditelinga kiri bayi itu membuat jantungnya berdegup kencang. Ia mengambil kaca pembesar Dan mengkonsentrasikan pandangannya pada telinga kiri itu. Kemudian IA membuka lemarinya sendiri, Dan mengeluarkan sebuah kotak kayu mahoni. Di dalam kotak yang berukiran indah itu dia menyimpan seluruh barang-barang pribadinya, dari kalung-kalung berlian hingga surat-surat pribadi. Tapi diantara benda-benda mewah itu tampak sesuatu yang terbungkus oleh kapas kecil, sebentuk anting-anting melingkar yang amat sederhana, ringan Dan bukan terbuat dari emas murni.

Almarhum ibu memberinya benda itu dengan pesan untuk tidak menghilangkan nya. Ia sempat bertanya, kalau itu anting, dimana pasangannya. Ibunya menjawab bahwa hanya itu yang ia punya. Serrafona menaruh anting itu didekat foto. Sekali lagi ia mengerahkan seluruh kemampuan melihatnya dan perlahan-lahan air matanya berlinang. Kini tak ada keragu-raguan lagi bahwa bayi itu adalah dirinya sendiri. Tapi kedua pria wanita yang menggendongnya, dengan senyum yang dibuat-buat, belum pernah dilihatnya sama sekali. Foto itu seolah membuka pintu lebar-lebar pada ruangan yang selama ini mengungkungi pertanyaan-pertanya annya, kenapa bentuk wajahnya berbeda dengan wajah kedua orang tuanya, kenapa ia tidak menuruni golongan darah ayahnya.

Saat itulah, sepotong ingatan yang sudah seperempat abad terpendam, berkilat dibenaknya, bayangan seorang wanita membelai kepalanya Dan mendekapnya di dada. Di ruangan itu mendadak Serrafona merasakan betapa dingin sekelilingnya tetapi ia juga merasa betapa hangatnya kasih sayang dan rasa aman yang dipancarkan dari dada wanita itu. Ia seolah merasakan dan mendengar lewat dekapan itu bahwa daripada berpisah lebih baik mereka mati bersama.

Matanya basah ketika ia keluar dari kamar Dan menghampiri suaminya, “Geraldo, saya adalah anak seorang pengemis, dan mungkin kah ibu sekarang masih Ada di jalan setelah 25 tahun?” Ini semua adalah awal dari kegiatan baru mereka mencari masa lalu Serrafonna. Foto hitam-putih yang kabur itu diperbanyak puluhan ribu lembar dan disebar ke seluruh jaringan kepolisian diseluruh negeri. Sebagai anak satu-satunya dari bekas pejabat yang cukup berpengaruh di kota itu, Serrafonna mendapatkan dukungan dari seluruh kantor kearsipan, penerbit surat kabar dan kantor catatan sipil. Ia membentuk yayasan-yayasan untuk mendapatkan data dari seluruh panti-panti orang jompo dan badan-badan sosial di seluruh negeri dan mencari data tentang seorang wanita.

Cerita Natal – Tidak Ada yang Mustahil ( Kasih itu Nyata) II

Bulan demi bulan telah berlalu, tapi tak ada perkembangan apapun dari usahanya. Mencari seorang wanita yang mengemis 25 tahun yang lalu dinegeri dengan populasi 90 juta bukan sesuatu yang mudah. Tapi Serrafona tidak punya pikiran untuk menyerah. Dibantu suaminya yang begitu penuh pengertian, mereka terus menerus meningkatkan pencarian.

Kini, tiap kali bermobil, mereka sengaja memilih daerah-daerah kumuh, sekedar untuk lebih akrab dengan nasib baik. Terkadang ia berharap agar ibunya sudah almarhum sehingga ia tidak terlalu menanggung dosa mengabaikannya selama seperempat abad. Tetapi ia tahu, entah bagaimana, bahwa ibunya masih ada, dan sedang menantinya sekarang. Ia memberitahu suaminya keyakinan itu berkali-kali, dan suaminya mengangguk-angguk penuh pengertian.

Saat itu waktu sudah memasuki masa menjelang Natal. Seluruh negeri bersiap untuk menyambut hari kelahiran Kristus, Dan bahkan untuk kasus Serrafona-pun, orang tidak lagi menaruh perhatian utama. Melihat pohon-pohon terang mulai menyala disana-sini, mendengar lagu-lagu Natal mulai dimainkan ditempat-tempat umum, Serrafona menjadi amat sedih.

Pagi, siang dan sore ia berdoa, “Tuhan, saya bukannya tidak berniat merayakan hari lahirmu, tapi ijinkan saya untuk satu permintaan terbesar dalam hidup ini ‘temukan saya dengan ibu’ “. Tuhan mendengarkan doa itu. Suatu sore mereka menerima kabar bahwa ada seorang wanita yang mungkin bisa membantu mereka menemukan Ibunya. Tanpa membuang waktu, mereka terbang ketempat wanita itu berada, sebuah rumah kumuh di daerah lampu merah, 600 km dari kota mereka. Sekali melihat, mereka tahu bahwa wanita yang separoh buta itu, yang kini terbaring sekarat, adalah wanita di dalam foto. Dengan suara putus-putus, wanita itu mengakui bahwa ia memang pernah mencuri seorang gadis kecil ditepi jalan, sekitar 25 tahun yang lalu. Tidak banyak yang diingatnya, tapi diluar dugaan ia masih ingat kota dan bahkan potongan jalan dimana ia mengincar gadis kecil itu dan kemudian menculiknya. Serrafona memberi anak perempuan yang menjaga wanita itu sejumlah uang.

Malam itu juga mereka mengunjungi kota dimana Serrafonna diculik, mereka tinggal di sebuah hotel mewah dan mengerahkan orang-orang mereka untuk mencari nama jalan itu. Semalaman Serrafona tidak bisa tidur untuk kesekian kalinya ia bertanya-tanya kenapa ia begitu yakin bahwa Ibunya masih hidup dan sedang menunggunya, dan ia tetap tidak tahu jawabannya.

Dua hari lewat tanpa kabar. Pada hari ketiga, pukul 18:00 senja, mereka menerima telepon dari salah seorang staff mereka. “Tuhan Maha Kasih nyonya, kalau memang Tuhan mengijinkan, kami mungkin telah menemukan ibu nyonya, hanya cepat sedikit, waktunya mungkin tidak terlalu banyak lagi.” Mobil mereka memasuki sebuah jalanan yang sepi, dipinggiran kota yang kumuh Dan banyak angin. Rumah-rumah disepanjang jalan itu tua-tua dan kusam. Satu, dua anak kecil tanpa baju bermain-main ditepi jalan dari jalanan pertama, mobil berbelok lagi kejalanan yang lebih kecil, kemudian masih belok lagi kejalanan berikutnya yang lebih kecil lagi. Semakin lama mereka masuk dalam lingkungan yang semakin menunjukkan kemiskinan.

Tubuh Serrafona gemetar, ia seolah bisa mendengar panggilan itu. “Cepat, Serrafonna, mama menunggumu, sayang”. Ia mulai berdoa, “Tuhan beri saya setahun untuk melayani mama. Saya akan melakukan apa saja untuknya”. Ketika mobil berbelok memasuki jalan yang lebih kecil, dan ia bisa membaui kemiskinan yang amat sangat, ia berdoa: “Tuhan beri saya sebulan saja”. Mobil masih berbelok lagi kejalanan yang lebih kecil, dan angin yang penuh derita bertiup, berebut masuk melewati celah jendela mobil yang terbuka.

Ia mendengar lagi panggilan mamanya, dan ia mulai menangis: “Tuhan, kalau sebulan terlalu banyak, cukup beri kami seminggu untuk saling memanjakan”. Ketika mereka masuk dibelokan terakhir, tubuhnya menggigil begitu hebat sehingga Geraldo memeluknya erat-erat. Jalan itu bernama Los Felidas, panjangnya sekitar 180 meter dan hanya kekumuhan yang tampak dari sisi ke sisi, dari ujung keujung. Di tengah-tengah jalan itu, di depan puing-puing sebuah toko, tampak onggokan sampah dan kantong-kantong plastik, dan ditengah-tengahnya, terbaring seorang wanita tua dengan pakaian sehitam jelaga, tidak bergerak.

Mobil mereka berhenti diantara 4 mobil mewah lainnya Dan 3 mobil polisi, di belakang mereka sebuah ambulans berhenti, diikuti empat mobil rumah sakit lain. Dari kanan kiri muncul pengemis-pengemis yang segera memenuhi tempat itu.

“Belum bergerak dari tadi.” Lapor salah seorang. Pandangan Serrafona gelap tapi ia menguatkan dirinya untuk meraih kesadarannya dan turun dari Mobil, suaminya dengan sigap sudah meloncat keluar, memburu ibu mertuanya.

“Serrafona, kemari cepat! Ibumu masih hidup, tapi kau harus menguatkan hatimu.” Serrafona memandang tembok dihadapannya, dan ingatan semasa kecilnya kembali menerawang saat ia menyandarkan kepalanya ke situ. Ia memandang lantai di kakinya dan kembali terlintas bayangan ketika IA mulai belajar berjalan. Ia membaui bau jalanan yang busuk, tapi mengingatkannya pada masa kecilnya.

Air matanya mengalir keluar ketika ia melihat suaminya menyuntikkan sesuatu ke tangan wanita yang terbaring itu dan memberinya isyarat untuk mendekat. “Tuhan”, ia meminta dengan seluruh jiwa raganya, “Beri kami sehari,Tuhan, biarlah saya membiarkan mama mendekap saya dan memberinya tahu bahwa selama 25 tahun ini hidup saya amat bahagia. Sehingga mama tidak sia-sia pernah merawat saya”.

Ia berlutut dan meraih kepala wanita itu kedadanya, wanita tua itu perlahan membuka matanya dan memandang keliling, ke arah kerumunan orang-orang berbaju mewah dan perlente, ke arah mobil-mobil yang mengkilat dan ke arah wajah penuh air mata yang tampak seperti wajahnya sendiri disaat ia masih muda.

“Mama….”, ia mendengar suara itu, dan ia tahu bahwa apa yang selama ini ditunggunya tiap malam dan seiap hari – antara sadar Dan tidak kini menjadi kenyataan.

Ia tersenyum, dan dengan seluruh kekuatannya menarik lagi jiwanya yang akan lepas, dengan perlahan ia membuka genggaman tangannya, tampak sebuah anting yang sudah menghitam. Serrafona mengangguk Dan menyadari bahwa itulah pasangan anting yang selama ini dicarinya dan tanpa perduli sekelilingnya ia berbaring di atas jalanan itu dan merebahkan kepalanya di dada mamanya.

“Mama, saya tinggal di istana dengan makanan enak setiap hari. Mama jangan pergi, Kita bisa lakukan bersama-sama. Mama ingin makan, ingin tidur apapun juga…….. Mama jangan pergi……. .” Ketika telinganya menangkap detak jantung yang melemah, ia berdoa lagi kepada Tuhan: “Tuhan Maha Pengasih dan Pemberi, Tuhan….. satu jam saja…….satu jam saja…..”

Tapi dada yang didengarnya kini sunyi, sesunyi senja dan puluhan orang yang membisu. Hanya senyum itu, yang menandakan bahwa penantiannya selama seperempat abad tidak berakhir sia-sia.

CINTANYA GRATIS

18 November 2009

CINTANYA GRATIS

You know, you love someone when you want them to be happy even if their happiness means that you’re not a part of it.

( Anda tahu, Anda mencintai seseorang ketika Anda menginginkan mereka bahagia, meskipun berarti Anda bukanlah bagian dari kebahagiaan itu.)

= PJ O’Rourke =

Pada suatu sore, seorang anak menghampiri ibunya yang sedang menyiapkan makan malam didapur, dan ia menyerahkan selembar kertas yang selesai ditulisnya.Setelah ibunya mengeringkan tangannya, ia membacanya dan inilah tulisan si anak :

Untuk memotong rumput $ 5.00

Untuk membersihkan kamar minggu ini $ 1.00

Untuk pergi ketoko menggantikan mama $ 0.50

Untuk menjaga adik waktu mama belanja $ 0.25

Untuk membuang sampah $ 1.00

Untuk rapor yang bagus $ 5.00
Untuk membersihkan dan menyapu halaman $ 2.99
Jumlah utang $ 14.75

Si Ibu memandang anaknya yang berdiri disitu dengan penuh harap, dan berbagai kenagan terlintas dalam pikiran ibu itu.Lalu kemudian, ia mengambil sebuah bolpen, membalikkan kertasnya, dan inilah yang dituliskannya:

* Untuk sembilan bulan ketika mama mengandung kamu selama kamu tumbuh dalam perut mama, Gratis.

* Untuk semua malam ketika mama menemani kamu, mengobati kamu, dan mendoakan kamu.Gratis.

* Untuk semua saat susah dan semua air mata yang kamu sebabkan selama ini, Gratis

* Untuk semua malam yang dipenuhi rasa takut dan untuk rasa cemas di waktu yang akan datang, Gratis

* Untuk mainan, makanan, baju, sepatu, dan juga menyeka hidungmu, Gratis.

Dan kalau kamu menjumlahkan semuanya, harga cinta sejati mama adalah Gratis. Ketika anak itu selesai membacaapa yang ditulis ibunya, air matanya berlinang, dan ia menatap wajah ibunya dan berkata, “Ma, aku sayang sekali pada Mama.” Kemudian ia mengambil bolpen dan menulis dengan huruf besar-besar, “LUNAS”.

Memang, kasih dan cinta seorang ibu dilambangkan sebagai cinta dan kasih yang tanpa pamrih, tak terbatas, dan agung. Dan memang sebagian besar cinta seorang ibu itu benar-benar mulia bagi keluarga terutama bagi anak-anaknya.Namun, ada satu cinta yang lebih dasyat dari itu! Bahkan ketika cinta seorang ibu gagal, cinta itu tak pernah gagal ! Cinta Tuhan bagi kita! Cinta itu lebih dasyat dan agung dan mulia jauh melebihi cinta seorang ibu kepada anak-anaknya.

Alkitab dengan jelas mencatat bahwa karena kasih Bapa begitu besar kepada dunia ini, sehingga mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, Yesus Kristus, bagi kita, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (lihat Yoh.3:16). Karena cinta-Nya itulah, Bapa rela mengaruniakan Yesus Kristus untuk disalib dan mati, agar kita beroleh keselamatan dan anugerah-Nya.Bukan hanya itu, Tuhan juga berjanji akan selalu menyertai kita dengan kesetiaan-Nya.

Tuhan berkata, “Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari keluarganya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau. Lihat, aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembo-tembokmu tetap diruang mata-Ku.” Yes.49:16:17).

Tuhan Yesus pun pernah mengungkapkan betapa besar kasih-Nya kepada kita, sahabat-sahabat-Nya,”Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.: (Yoh.15:13)Ini kabar baik bagi And yang belum pernah mendengar tentang cinta seperti ini, Tuhan sangat mengasihi Anda! Dia rela memberikan Yesus Kristus untuk menebus gala kesalahan dan dosa kita. Dia tidak ingin ada seorang pun manusia yang binasa karena dosa, melainkan Tuhan ingin semua orang hidup di dalam anugerah-Nya!

Keselamatan yang berbalut kasih-Nya yang sempurna itu diberikan-Nya secara GRATIS! Cinta-Nya yang besar iru GRATIS! Anda tidak harus membayar apapun untuk keselamatan yangsudah dibayar LUNAS oleh Yesus Kristus, ketika Dia berada diatas kayu salib. Inilah penawaran-Nya : Anda pun dapat menikmati cinta-Nya ini !Buka hati Anda sekarang, katakan bahwa Anda membutuhkan kasih-Nya, dan Yesus akan menganugerahkan itu bagi anda. Anda akan melihat dan merasakan perubahan ajaib yang terjadi di dalam hidup Anda. Suka cita-Nya akan di limpahkan, dan Anda akan merasakan damai yang belum pernah Anda rasakan !Segera dapatkan anugerah ini! Jangan biarkan Yesus menunggu terlalu lama! Kesempatan terbatas!!

semangkuk nasi putih

13 November 2009

SEMANGKUK NASI PUTIH

Okto Sebayang 13 November jam 17:00 Balas

Pada sebuah senja dua puluh tahun yang lalu, terdapat seorang pemuda yang kelihatannya seperti seorang mahasiswa berjalan mondar mandir di depan sebuah rumah makan cepat saji di kota metropolitan, menunggu sampai tamu di restoran sudah agak sepi, dengan sifat yang segan dan malu-malu dia masuk ke dalam restoran tersebut.
“Tolong sajikan saya semangkuk nasi putih.”
Dengan kepala menunduk pemuda ini berkata kepada pemilik rumah makan.
Sepasang suami istri muda pemilik rumah makan, memperhatikan pemuda ini
hanya meminta semangkuk nasi putih dan tidak memesan lauk apapun, lalu
menghidangkan semangkuk penuh nasi putih untuknya.
Ketika pemuda ini menerima nasi putih dan sedang membayar berkata dengan pelan :
“dapatkah menyiram sedikit kuah sayur diatas nasi saya.”
Istri pemilik rumah berkata sambil tersenyum :
“Ambil saja apa yang engkau suka, tidak perlu bayar !”
Sebelum habis makan, pemuda ini berpikir : “kuah sayur gratis.”
Lalu memesan semangkuk lagi nasi putih.
“Semangkuk tidak cukup anak muda, kali ini saya akan berikan lebih banyak lagi nasinya.”
Dengan tersenyum ramah pemilik rumah makan berkata kepada pemuda ini.
“Bukan, saya akan membawa pulang, besok akan membawa ke sekolah sebagai makan siang saya !”
Mendengar perkataan pemuda ini, pemilik rumah makan berpikir pemuda ini
tentu dari keluarga miskin diluar kota , demi menuntut ilmu datang kekota,
mencari uang sendiri untuk sekolah, kesulitan dalam keuangan itu sudah pasti.

Berpikir sampai disitu pemilik rumah makan lalu menaruh sepotong
daging dan sebutir telur disembunyikan dibawah nasi, kemudian membungkus
nasi tersebut sepintas terlihat hanya sebungkus nasi putih saja dan memberikan kepada pemuda ini.
Melihat perbuatannya, istrinya mengetahui suaminya sedang membantu pemuda ini,
hanya dia tidak mengerti, kenapa daging dan telur disembunyikan di bawah nasi ?
Suaminya kemudian membisik kepadanya :
“Jika pemuda ini melihat kita menaruh lauk dinasinya dia tentu akan merasa bahwa kita bersedekah kepadanya, harga dirinya pasti akan tersinggung lain kali dia tidak akan datang lagi, jika dia ket empat lain hanya membeli semangkuk nasi putih, mana ada gizi untuk bersekolah.”
“Engkau sungguh baik hati, sudah menolong orang masih menjaga harga dirinya.”
“Jika saya tidak baik, apakah engkau akan menjadi istriku ?”
Sepasang suami istri muda ini merasa gembira dapat membantu orang lain.
“Terima kasih, saya sudah selesai makan.” Pemuda ini pamit kepada mereka.
Ketika dia mengambil bungkusan nasinya, dia membalikan badan melihat
dengan pandangan mata berterima kasih kepada mereka.
“Besok singgah lagi, engkau harus tetap bersemangat !” katanya sambil melambaikan tangan, dalam perkataannya bermaksud mengundang pemuda ini besok jangan segan-segan datang lagi.
Sepasang mata pemuda ini berkaca-kaca terharu, mulai saat itu setiap sore
pemuda ini singgah kerumah makan mereka, sama seperti biasa setiap hari hanya memakan semangkuk nasi putih dan membawa pulang sebungkus
untuk bekal keesokan hari.

Sudah pasti nasi yang dibawa pulang setiap hari terdapat lauk berbeda yang tersembunyi setiap hari, sampai pemuda ini tamat, selama 20 tahun pemuda ini tidak pernah muncul lagi.
Pada suatu hari, ketika suami ini sudah berumur 50 tahun lebih, pemerintah melayangkan sebuah surat bahwa rumah makan mereka harus digusur, tiba-tiba kehilangan mata pencaharian dan mengingat anak mereka yang disekolahkan di luar negeri yang perlu biaya setiap bulan membuat suami istri ini berpelukan menangis dengan panik.

Pada saat ini masuk seorang pemuda yang memakai pakaian bermerek kelihatannya seperti direktur dari kantor bonafid.
“Apa kabar?, saya adalah wakil direktur dari sebuah perusahaan, saya diperintah oleh direktur kami mengundang kalian membuka kantin di perusahaan kami, perusahaan kami telah menyediakan semuanya kalian hanya perlu membawa koki dan keahlian kalian kesana, keuntungannya akan dibagi 2 dengan perusahaan.”
“Siapakah direktur diperusahaan kamu ?, mengapa begitu baik terhadap kami? saya tidak ingat mengenal seorang yang begitu mulia !” sepasang suami istri ini berkata dengan terheran.
“Kalian adalah penolong dan kawan baik direktur kami, direktur kami paling
suka makan telur dan dendeng buatan kalian, hanya itu yang saya tahu,
yang lain setelah kalian bertemu dengannya dapat bertanya kepadanya.”
Akhirnya, pemuda yang hanya memakan semangkuk nasi putih ini muncul,
setelah bersusah payah selama 20 tahun akhirnya pemuda ini dapat membangun
kerajaaan bisnisnya dan sekarang menjadi seorang direktur yang sukses
untuk kerajaan bisnisnya.
Dia merasa kesuksesan pada saat ini adalah berkat bantuan sepasang suami istri ini, jika mereka tidak membantunya dia tidak mungkin akan dapat menyelesaikan kuliahnya dan menjadi sesukses sekarang.
Setelah berbincang-bincang, suami istri ini pamit hendak meninggalkan kantornya.
Pemuda ini berdiri dari kursi direkturnya dan dengan membungkuk
dalam-dalam berkata kepada mereka :”bersemangat ya ! di kemudian hari
perusahaan tergantung kepada kalian, sampai bertemu besok !”
Kebaikan hati dan balas budi selamanya dalam kehidupan manusia adalah
suatu perbuatan indah dan yang paling mengharukan.

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.